Kamis, 22 Maret 2012

CERAMAH:Menuntut Ilmu dan Keutamaannya


MENUNTUT ILMU DAN KEUTAMAANNYA
Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakaatuh
      Marilah kita bersama-sama menyanjungkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah swt., dengan limpahan rahmat-Nya kita sekalian bisa aktif mengikuti kegiatan kultum, tanpa ada halangan suatu apapun.
     Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad saw., karena beliaulah sebagai suri tauladan dalam hidup ini. Mudah-mudahan kita termasuk umatnya yang senantiasa setia kepadanya.
      Ilmu mempunyai peranan penting dalam perjalanan hidup ini, karena dengan ilmu yang dimilikinya seseorang akan mampu membedakan yang haq dan bathil. Dengan ilmu seseorang akan lebioh mantap dalam menjalankan ibadah kepada Allah swt., karena tahu dasarnya dan tujuan yang sebenarnya. Namun. Sebaliknya bagi seseorang yang buta akan ilmu pengetahuan agama, maka segala yang dikerjakan tisak akan tahu dasar dan tujuan sebenarnya. Agar hal semacam ini tidsak sampai menimpa pada diri orang Islam, maka kita harus menyadari, bahwa saetiap orang Islam mempunyai kewajiban untuk menuntut ilmu. Berkaitan dengan hal tersebut Nabi saw., bersabda yang artinya:
       “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam laki-laki dan perempuan”.
       Mencari ilmu haruslah mendapatkan prioritas pada setiap pribvadi muslim, karena orang berilmu, maka tahu jlan yang akan ditempuh. Orang yang mendambakan bahagia hidup di dunia haruslah mempunyai ilmu. Begitu juga orang yang mendambakan kebahagiaan dunia akhirat haruslah mempunyai ilmu pula. Oleh karena itu janganlah sampai merasa bosan untuk menuntut ilmu, dan dimana saja harus tetap kita cari sekalipun di negara Cina. Nabi saw., bersabda yang artinya:
      “ Carilah ilmu walau di negeri Cina” (HR. Ibnu Ady dan Baihaqi)
       Banyak jalan yang ditempuh dalam mencari ilmu. Ada yang mencari ilmu dengan mendengarkan ceramah agama (pengajian-pengajian), ada yang mencari ilmu lewat mencari buku-buku, ada yang mencari ilmu lewat sekolahan, dan masih banyak lagi nara sumber ilmu pengetahuan. Tetapi perlu diingat dan diketahui, bahwasanya mencari ilmu yang paling dominan adalah mulai anak-anak masih usai sekolah. Karena dengan kesempatan yang bagus, maka anak-anak seusia dini masih mempunyai daya tangkap yang kuat. Sehingga ilmu yang diperiolehnya benar-benar sebagai bahan modal pada kehidupan hari-hari yang akan dating. Ilmu pengetahuan yang sudah diterima anak-anak mulai dini dengan cara yang serius, maka akn membekas dan teringat terus sampai akhir hayatnya. Begitu pentingnya menuntit ilmu mulai dini, berarti dia benar-benar bisa meraih kesempatan emas. Karena dengan dibekali ilmu pengetahuan, maka biasa menunjang sepenuhnya kehidupan sekarang dan hari esok, yakni di akhirat kelak.
       Untuk itu belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu. Begitu sulitnya sesorang mengukir batu, tapi bila sudah Nampak terukir, maka bertahun-tahun masigh saja membekas dan tidak akan hilang. Demikian juga sang anak yang masih kecil, bila sudah masuk ke dalam pikirannya ilmu pengetahuan, maka sulit sekali untuk melupakan, bahkan masih teringat sampai akhir hayatnya.
       Akan tetapi belajar di waktu dewasa, bagaikan mengukir di atas air. Kita tahu bahwa mengukir di atas air begitu mudahnya akan tetapi tidak ada bekasnya. Begitu pula, bila belajar di waktu dewasa, maka dia mudah untuk mengingat, menerima suatu ilmu, tetapi mudah pula untuk melupakan.
       Kita harus merasa tergugah dalam hati kita masing-masing, sehingga belajar tidak merasa boisan dakam keadaan suasana bagaimanapun, baik mengenai waktu ataupun tempatnya. Kita harus bersemangat dalam menuntut ilmu dengan sekuat kita, agar yang kita cita-citakan bisa tercapai sebagaimana yang kita harapkan.
       Setelah kita mencari ilmu dengan sungguh-sungguh, maka janganlah lupa untuk diamalkannya. Orang berilmu berkewajiban untuk mengamalkan, jangan sampai ilmu yang dimilikinya, kemudian disembunyikan. Bila seseorang mempunyai ilmu kemudian disembunyikan, maka ancaman Allah yang akan diterima.
       Nabi saw., bersabda yang artinya:
       “Barang siapa yang ditanya tentang sesuatu ilmu, kemudian ia menyembunyikan, maka Alla akan mengekangnya besok pada hari kiamat dengan kekangan dari neraka” (HR. Ahmad)
       Agar kita tidak termasuk hamba yang diancam oleh Allah maka langkah yang terbaik bagi kita adalah dengan mengamalkan ilmu yang telah didapat.
       Demikianlah uraian singkat yang kami sampaikan, dengan penuh harapan mudah-mudahan kita termasuk hamba yang mempunyai ilmu agama, kemudian mau mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar bahagia dunia akhirat benar-benar bisa terwujud.
       Akhirul kalam.
Wassalamu ‘alaikum waramatullahi wabaraakatuh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar